Sumber: Channel Youtube Hayasaka TV
Attack on Titan atau Shingeki no Kyojin resmi tamat. Mappa Studio mengakhiri salah satu produk unggulan mereka pada tanggal 5 November 2023 lalu yang membuat Twitter, eh maksudnya X, penuh dengan tagar ‘Eren’ dan ‘Mikasa’. Setelah hampir satu dekade, mas-mas pemuja kebebasan ini akhirnya menemui Tuhan dengan kepala putus dan sebuah sun dari Mikasa.
Setelah menontonnya, harus diakui cukup emosional juga menyaksikan kisah hidup mas-mas gondrong ini. Dari ‘aku akan menghabisi Titan’ menjadi ‘aku akan meratakan dunia’
Ingat masa-masa dimana ketika bocil Yeager ini berteriak di kapal bahwa dia akan menghabisi seluruh Titan di luar dinding sana? Sampai tidak bersisa? Ingatkah ketika dia benar-benar berambisi dalam menghabisi dan berkelahi dengan manusia raksasa abnormal tersebut?
Kala itu di otaknya hanya berisi bagaimana cara melibas habis seluruh Titan. Bahkan perasaan Mikasa pun dia acuhkan. Kekuatannya berubah menjadi Titan juga dipakai untuk menghajar bokong titan lainnya.
Masa-masa tersebut lantas berubah total ketika Eren mengetahui bahwa Pulau Paradis, tempat tinggalnya tersebut hanyalah permainan dari kaum Marley dan Titan hanya ada di pulau itu. Ia melangkah jauh, bahkan terlalu jauh.
Seluruh sejarah, fakta, dan hal tentang dunia luar yang ia ketahui mengubah Eren 180 derajat. Tidak ada ambisi menghabisi Titan, yang ada hanya bagaimana ia mampu mencapai semua yang ia inginkan. Seluruh cara harus dihalalkan, apapun resikonya.
Manusia penuh plot twist
Eren mengagetkan satu pulau dan teman-temannya ketika mereka mengetahui rencana perataan seluruh dunia yang akan dilakukannya alias rumbling. Tidak tanggung-tanggung, Eren memecah belah semua orang di Paradis menjadi dua kubu, satu memihaknya dan satu melawannya.
Ironisnya, pihak yang melawannya justru teman-temannya sendiri di masa ia kadet dulu. Yang membuat saya dan seluruh kaum lelaki ini murka, Eren berani menyakiti Mikasa dengan mengatakan ia tidak bebas dan benci padanya. Memang cah gatel og.
Lalu dimulailah proses meratakan dunia dimana miliaran orang sudah menjadi ayam geprek yang diinjak kaki-kaki titan raksasa yang berada di bawah komando Eren. Ketika semuanya hampir selesai, barulah mereka tahu bahwa Eren melakukan semua itu karena ia ingin melindungi mereka semua. Kirain villain beneran, ternyata cosplay villain.
Pada akhirnya, ini semua tentang perempuan, perempuan, dan perempuan
Di akhir pula kita baru mengetahui bahwa selama ini Eren itu mencintai Mikasa. Dia bahkan ingin setelah kematiannya Mikasa tidak bersama lelaki lain, setidaknya 10 tahun. Memang dasar bocah puber, tapi bisa dimaklumi. Karena ketika Eren confess, Mikasa bukannya jujur tentang perasaannya, ia malah menganggap Eren sebagai keluarga saja. Bagaimana Eren tidak sakit hati mendengar hal itu.
Sekilas membuat kita teringat alasan Uchiha Obito mau memulai perang dunia shinobi keempat, alasannya karena kehilangan perempuan yang ia cintai juga. Benarlah kata Cu Pat Kai, ‘’Begitulah cinta, deritanya tiada akhir.’’
Terlepas dari kebucinannya, kita sadar bahwa sebenarnya Eren ini cuma anak laki-laki yang ingin hidup di dunia normal saja. Dia tidak butuh validasi, pengakuan, gelar, harta, atau apapun itu. Eren hanya menginginkan kehidupan biasa, di dunia tanpa Titan, tanpa dinding, dan bersama Mikasa serta teman-temannya.
Mungkin dia menginginkan hidup di dunia seperti dalam anime Spy X Family yang bahagia dan tanpa kesedihan. Apapun itu, selamat jalan, Mas Yeager. Masuk surga atau neraka, jenengan sudah bebas seutuhnya.