Zombie dalam Abadi Nan Jaya: 3 Alasan untuk Menonton Film Ini (Bikin Gelisah!)

Sumber: imdb

Zombie merupakan salah satu ikon film yang sangat digemari oleh masyarakat. Penampilannya yang mirip monster atau sosok baru, ganas, dan penuh darah menjadi pesona tersendiri untuk penggemarnya. Oleh karena itu tidak terhitung media-media yang menggunakan zombie sebagai unsur utamanya, termasuk film.

Kalau kita membahas film zombie, ada banyak sekali referensi yang muncul di kepala. Mulai dari World War Z, The Walking Dead, Dawn of the Dead, Resident Evil, 28 Days Later, sampai Train To Busan. Besarnya basis penggemar zombie ini bikin tanah air kita nggak ketinggalan dalam membuat film bertema zombie.

Beberapa waktu lalu tayang film zombie lokal yang cukup menjanjikan berjudul Abadi Nan Jaya. Disutradarai oleh Kimo Stamboel dan rilis 23 Oktober lalu, bisa dikatakan ANJ menjadi pembuka yang sangat-sangat segar dalam perfilman zombie tanah air.

Zombie dalam Film Abadi Nan Jaya

Potret zombie yang realistis

Kita mulai dari hal sederhana dulu, yaitu zombie itu sendiri. Pada film ini rasa-rasanya Kimo dan tim make-up tidak ingin main-main dalam mendesain zombie mereka. Seluruh tokoh monster tersebut disajikan dengan sangat apik. Kostum kulit sampai darahnya benar-benar menyerupai zombie-zombie kualitas Hollywood.

Kalau kita coba bandingkan dengan zombie di film-film lokal sebelumnya, punya ANJ ini benar-benar memenuhi ekspetasi penonton dalam membayangkan wujud zombie. Kulit terkelupas, pucat, urat-urat keluar, gigi yang mengintimidasi, dan cairan merah di sekujur badan.

Zombie yang nge-zombie- banget!

Apabila kita menonton film lokal zombie tahun-tahun sebelumnya seperti Reuni Z, Hitam, Kampung Zombie, sampai Zeta rasanya sosok monster di film tersebut tampak kalem. Ada yang bar-bar, namun dominan kalem. Kalau lo pernah nonton The Walking Dead, kira-kira seperti itu. Zombie yang ganas namun pergelakan yang pelan dan tatapan kosong.

Lain halnya dalam ANJ. Zombie dalam film satu ini beneran ganas. Pergerakan mereka cepat sebab mereka berlari mengejar manusia, tidak berjalan. Mereka juga mengeluarkan suara-suara yang cukup mencekam ditambah sorot mata yang sudah seperti hewan buas.

Zombie di film ANJ membuat kita teringat dengan zombie serupa di film Train To Busan dan World War Z.

Cerita oke, tapi…..

Plot ceritanya masih menggunakan formula seperti di film zombie umumnya. Ada drama keluarga yang tersaji dan bagaimana semua tokoh mencoba survive dari kiamat zombie di desa yang menjadi set tempat terjadinya cerita. Yang menarik, zombie di film ini berasal dari jamu yang diekstrak dari tumbuhan lokal. Mengangkat potensi yang ada di tanah air menjadi premis di sebuah film horor.

Zombie dalam Abadi Nan Jaya menawarkan sudut pandang unik dengan mengaitkan asal-usul zombie dari jamu tradisional, yang menciptakan keterikatan dengan budaya lokal. Meskipun plot mengikuti formula umum film zombie, elemen drama keluarga menambah kedalaman emosional. Sayangnya, karakter-karakter dalam film ini kurang dieksplorasi secara mendalam, sehingga potensi mereka tidak sepenuhnya tergali. Terlepas dari hal tersebut, film ini tetap menarik untuk ditonton, terutama bagi penggemar genre horor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top