Gambar oleh Raphael Silva dari Pixabay
Buat lo mahasiswa, sosial media itu udah jadi hal yang wajib banget. Lewat platform kayak Instagram, X, TikTok, sampai Facebook bisa jadi hiburan di kala senggang. Lo bisa membagikan aktivitas atau postingan yang lucu. Tujuan utama dari adanya sosmed memang itu, sebagai media untuk lo sharing ke pengikut lo. Makanya zaman sekarang bukan hal membingungkan lagi kalau hampir semua mahasiswa pasti punya sosmed.
Dari sekian banyaknya sosial media, ada satu jenis sosmed yang cukup underrated, apalagi di kalangan mahasiswa. Bahkan bisa dibilang nggak semua mahasiswa punya sosmed ini, atau sedikit banget yang punya di awal-awal perkuliahan. Mentok banget pas mau tamat, baru deh bikin akun sosial media ini.
Sosmed yang dimaksud adalah LinkedIn!
‘’Ah, buat cari kerja doang itu, nggak seru kayak IG atau TikTok.’’
Well, nggak salah-salah banget, sih. LinkedIn memang lebih dikenal sebagai platform untuk mereka yang mencari kerja dan menjalin koneksi. Platform satu ini juga umumnya nge-share info lowongan pekerjaan. Jadi nggak heran kalau beberapa mahasiswa bikin akun LinkedIn ini pas mereka mau tamat kuliah.
Soalnya ya memang pada saat itulah lo mulai mencari pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan yang lo punya dan LinkedIn memang jadi salah satu platform yang sangat mumpuni untuk mencari pekerjaan.
Akan tetapi di tahun 2025 ini, seenggaknya ada 4 alasan wajib kenapa lo para mahasiswa harus segera bikin akun LinkedIn ini secepatnya, kalau perlu nggak usah tunggu mau tamat kuliah dulu, gengs! Langsung aja buat LinkedIn. Ini dia empat alasannya:
LinkedIn = basecamp-nya rekruter
Bener banget, sosmed dengan ikon berwarna biru putih ini adalah tempag kongkow-nya para rekruter. Mereka biasanya aktif bikin postingan lowongan pekerjaan yang lagi dibuka di company tempat mereka kerja. Ini memudahkan mereka juga untuk mencari calon karyawan yang potensial tanpa harus nyari info di platform lain lagi.
Selain itu mereka para rekruter ini juga rutin membagikan tips trik seputar pencarian dan penerimaan kerja. Mulai dari kayak cara bikin CV, tips wawancara, sampai ekosistem lingkungan kerja. Cocok banget lo pantengin buat nambah-nambah ilmu.
CV elektronik
Ketika lo buat akun LinkedIn, lo akan mengisi beberapa bagian seperti profil, riwayat kerja, pengalaman organisasi, magang, sertifikasi yang lo punya, kemampuan yang lo miliki, dan pendidikan sampai lo bisa share portofolio juga. Bagian-bagian tersebut mirip dengan yang ada di CV versi cetak, jadi LinkedIn ini ibaratnya kayak CV elektronik.
Seperti di yang pertama, ketika rekruter buka lowongan mereka nggak harus minta CV lo. Mereka cukup buka profil LinkedIn lo untuk ngelihat apakah kualifikasi mereka sesuai. Kalau cocok, lo bisa dihubungi untuk peluang kerja.
Tempat nambah skill
LinkedIn nggak cuma seputar bikin CV, tapi juga jadi media buat lo nambah skill baru. Ada beberapa kursus yang disediakan plus sertifikat kalau lo mau kembangkan kemampuan baru. Lo bisa filter skill atau kursus apa yang mau lo coba.
Kalau misalnya pengen gratisan, banyak juga pengguna LinkedIn yang sharing ilmu yang mereka punya lewat postingan pribadi di akun mereka. Lo bisa pantengin buat dibaca-baca.
Jadi nggak ada alasan lagi untuk nggak bikin LinkedIn. Dengan mempunyai akun ini, lo punya peluang untuk langsung kerja sebelum tamat kuliah. Keren banget, kan?