Sumber: YouTube CINEMA 21
2025 adalah tahun dimana banyak sekali film-film Indonesia bagus yang tayang di bioskop. Mulai dari film bertema horor, romansa, dan komedi. Bahkan bulan-bulan kedepan pun akan semakin banyak film yang ditunggu-tunggu oleh para penggemar tanah air.
Salah satu film yang tayang di tahun ini berjudul GJLS: Ibuku Ibu-Ibu pada tanggal 12 Juni lalu. Disutradai oleh salah satu sutradara kondang tanah air, Monty Tiwa dan rumah produksi film Legacy Pictures. Para artis yang memainkan film ini adalah Rigen Rakelna, Ananta Rispo, Hifdzi Khoir, Bucek, Luna Maya, Nadya Arina, dan sederet pemain bintang lainnya.
Film ini menceritakan Bucek sebagai ayah dari Rigen, Rispo, dan Hifdzi yang berencana akan menikah lagi dengan seorang wanita bernama Feni yang diperankan oleh Nadya Arina. Karena merasa Feni hanya mengincar harta sang ayah, ketiga pemuda kocak tersebut berusaha untuk mengulik dan mencari tahu niat terselubung Feni demi menyelamatkan sang ayah.
Sebagai info untuk para Cinestism, jangan tonton film ini dengan logika!
Yak, film ini merupakan film kedua yang bersumber dari media kreatif. Yang pertama adalah Agak Laen yang bersumber dari siniar Agak Laen oleh Indra Jegel, Bene Dion, Boris Bokir, dan Oki Rengga. GJLS berawal dari media entertaiment dengan nama yang sama di platform YouTube. Media tersebut juga diisi oleh tiga orang yang sama yakni Rigen, Rispo, dan Hifdzi.
Kalau lo belum pernah nonton media GJLS di YouTube mungkin agak sedikit bingung dan merasa cringe dengan komedi di film ini. Namun jika yang sudah hafal, film GJLS ini memang lucu banget!
GJLS membawakan banyak hal baru di sepanjang filmnya dan berbeda dengan film kebanyakan. Salah satunya adalah—SPOILER ALERT!—terdapat bloopers atau adegan lucu saat syuting yang dimasukkan ke dalam film komedi satu ini.
Ya, kalau biasanya bloopers ada setelah film berakhir, di GJLS ini benar-benar memasukkannya di tengah-tengah film yang akan membuat kalian bingung dan merasa aneh. Rispo, Rigen, dan Hifdzi agaknya ingin membuat penonton film ini menjadi stres dan gila persis seperti mereka.
Akting ketiga komedian ini pun juga nggak kaleng-kaleng. Mereka benar-benar totalitas dengan properti yang disediakan. Ada adegan dimana ketiganya berlari di hujan deras dengan pakaian robek yang sangat mengundang tawa. Ada pula adegan di klub malam yang benar-benar penuh adegan komedi.
Film GJLS ini seolah menyampaikan pesan bahhwa salah satu hakikat atau tujuan adanya film ada sebagai hiburan. Benar-benar hiburan yang bisa disaksikan tanpa banyak berpikir dan mengingat. Film ini mengajak penonton untuk lepas dari kehidupan dan menertawakan setiap hal di hidup dengan cara yang nggak jelas.
Terakhir, film ini cocok untuk kalian yang ingin film lepas tanpa adanya plot yang pusing atau sedang ogah menebak-nebak dan membuat teori dari film tersebut. Akhir kata, GJLS termasuk film lokal dengan gebrakan yang sangat unik dan tentunya TIDAK JELAS!