Kalcer dalam Olahraga: Lari yang Bikin Happy!

Gambar oleh Mote Oo Education dari Pixabay

Kalcer, sebuah istilah yang nggak asing di telinga kita yang udah menjurus ke semua lini kehidupan termasuk olahraga. Akhir-akhir ini banyak banget masyarakat kita yang pada ikutan berbagai jenis olahraga, gengs. Mungkin kita bakal sebut padel sebagai olahraga yang lagi nge-tren dan diikuti semua orang. Tapi menurut Cinestima, ada satu jenis olaharaga yang lebih rame daripada padel. Peminatnya pun makin banyak banget, dari semua kalangan.

Yaitu lari! Padel populer, namun, lari kalcer juga semakin populer dalam komunitas olahraga. Dengan semakin banyaknya orang yang tertarik untuk berlari, kalcer menjadi salah satu pilihan yang menarik.

Dengan semakin banyaknya orang yang tertarik untuk berolahraga, kalcer menjadi pilihan yang semakin menarik untuk banyak orang.

Kalau lo pernah denger sound sosmed ‘’Panggil aku pelari kalcer!’’

Nah itu tuh, sekarang banyak banget khalayak yang ikutan olahraga satu ini. Gimana nggak, lari itu olahraga paling murah sejagad raya. Lo cukup siapin sepatu khusus lari, celana, dan kaos aja. Nggak perlu siapin ring, gawang, wasit, tinggal cari jalanan atau trek buat lari dan voila. Kaki lo siap diajak bergerak sampai lelah-lelahnya.

Lari itu adalah olahraga yang kalau beberapa tahun ke belakang, peminatnya memang banyak, tapi di sekarang sudah semakin banyak. Fenomena ini mulai muncul beberapa tahun ini dengan disebutnya lari sebagai olahraga orang ‘kalcer’. Mulai dari situ seluruh kalangan mulai banyak lari.

Dengan banyaknya orang yang tertarik untuk berlari, olahraga satu ini menjadi salah satu pilihan yang menarik untuk berbagai kalangan.

Ditambah lagi content creator kesehatan khususnya di bidang lari juga mulai ramai di sosial media yang turut mempersuasi orang-orang untuk ikutan lari. Bahkan dalam hal kalcer ini, para pelari juga mempunyai outfit khusus mereka sendiri, gengs.

Kita mulai dari sepatu. Umumnya sepatu harus memperlihatkan merek dari sepatunya biar keren. Paling sering adalah Hoka atau Adidas Adizero. Celananya pakai yang pendek dan memang khusus untuk lari. Nah atasannya bisa pakai kaos oversize atau compression biar pergerakan makin luwes.

Buat tambahan, jangan lupa pakai TWS untuk setel lagu kalcer. Terakhir, aktifkan Strava buat pamer di sosial media dan nge-track seberapa jauh performa lari hari ini.

Lari Kalcer karena FOMO: Bisa?

Berdasarkan hal-hal tersebut, semakin banyak para pelari yang bertebaran dengan berbagai ragam pula. Lari yang dulunya ‘tinggal lari doang’ kini sudah berkembang pesat banget. Kita mungkin melihatnya dengan kacamata FOMO (Fear Of A Missing Out), tapi boleh nggak sih FOMO ikutan lari kalcer?

Jawabannya boleh banget!

FOMO yang berdampak

FOMO pada lari ini memiliki dampak yang bagus banget buat semua orang. Khususnya di bidang kesehatan, semakin banyak yang sadar untuk menjaga kesehatan mereka. Bahkan kita bisa lihat anak usia sekolah dasar saja juga mulai ikutan lari meskipun masih tipis-tipis.

Ini merupakan investasi kesehatan untuk anak kecil, rutinitas menjaga kesehatan untuk pemuda-pemudi, dan kegiatan bermanfaat untuk lansia. Bahkan Dokter Tirta sendiri menyebut fenomena pelari kalcer ini bagus sebab semua masyarakat semakin melek untuk meningkatkan kualitas hidup.

Jadi nggak usah malu karena lo FOMO, yang penting lo udah bergerak untuk kesehatan badan lo sendiri!

Bangkitnya produk lokal

Fenomena lari kalcer ini juga membuat banyak banget event lari yang diselenggarakan. Bahkan merek lokal pun juga ikut berkontribusi. Beberapa produsen sepatu lokal menciptakan inovasi sepatu yang beragam, menjadi sponsor untuk menaikkan nama perusahaan, dan membuat outfit yang sudah go internasional. Semakin banyak juga pelari yang menggunakan produk dari lokal untuk mempromosikan kepada dunia kalau Indonesia juga bisa bikin produk olahraga yang nggak kalah kerennya.

Para atlit lari pun juga mulai melebar ke luar negeri dan menjadi value tersendiri untuk negara kita, gengs. Ini juga memantik kesadaran untuk mulai mengurangi rebahan di kos-kosan. Intinya, kalau FOMO pada olahraga jangan kita hate, tapi berikan support! Menuju Indonesia sehat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top