Creed: Film Trilogi Kehidupan Berkedok Baku Hantam

Sumber: x.com/blurayangel

Beberapa waktu lalu, sebuah film berjudul Creed III sukses mendapat respon positif dari penonton di seluruh dunia. Film ini adalah sekuel langsung dari dua film pendahulunya dengan judul yang sama. Karena telah memiliki tiga film, maka dapat disebut sebagai Creed Trilogy atau Trilogi Creed.

Creed menceritakan tentang sosok pria bernama Adonis Creed, sosok yang mengejar impiannya untuk menjadi petinju seperti ayahnya yang bernama Apollo Creed. Ia berusaha untuk menciptakan legendanya sendiri dan membesarkan namanya di dunia tinju. Perjalanannya dibantu oleh pelatihnya yang sekaligus petinju legendaris juga bernama Rocky Balboa dan kekasihnya bernama Bianca Taylor.

Setelah menonton tiga film Creed ini, saya dapat mengatakan bahwa ini adalah film kehidupan berkedok olahraga. Dan tentu saja, dalam konteks yang amat positif sebab ketiganya berhasil di pasaran.

Alur cerita yang ringan

Secara keseluruhan, intisari trilogi Creed adalah tentang Adonis yang berusaha meraih impiannya menjadi petinju terbaik di dunia sebagaimana ayahnya maupun Rocky Balboa. Ringan, tapi sangat enak untuk diikuti. Setiap adegan terasa smooth dan transisi yang halus. Namun tentu saja, setiap serinya dilengkapi konflik masing-masing. Film pertama, Creed (2015) adalah pembuka dari upaya pencarian jati diri Adonis sebagai petinju.

Film kedua, Creed II (2018) membawakan masa lalu kelam ayahnya yang membuat Adonis bimbang dan harus berurusan dengan Ivan dan Victor Drago, tersangka yang diduga menghabisi ayahnya. Creed III (2023), Adonis yang telah pensiun kini terpaksa kembali ke ring karena hadirnya Damian yang mengancam hidup tenangnya bersama istri dan anak Adonis.

Setiap konflik baru yang dihadirkan di serinya membuat jalan cerita menjadi menarik dan tidak berfokus kepada Adonis saja.

Unsur kehidupan yang amat lekat

Creed (2015) membawakan Adonis yang harus berbeda pendapat dengan ibunya karena sang ibu tidak ingin Adonis menjadi petinju seperti ayahnya. Di sisi lain, Rocky sang pelatih juga hanya menganggap Adonis sebagai muridnya alih-alih keluarga, yang mana pada saat itu Adonis sedang sendirian.

Film pertama ini membawakan bagaimana ketidakcocokan seorang anak dengan orangtuanya yang mungkin juga relate dengan penontonnya, termasuk kita. Ketika kita maunya A, namun orangtua mau B. Juga menghadapi situasi kesindirian seorang diri.

Creed II (2018) kini membawa Adonis dengan kehidupan pribadinya. Kisah asmaranya dengan Bianca sempat menghadapi jalan buntu karena rasa pesimis Bianca yang mana ia adalah seorang berkebutuhan khusus namun berhasil diyakinkan oleh Adonis. Di satu sisi, Rocky dan Adonis bersitegang karena harus berhadapan dengan keluarga Drago.

Film kedua ini benar-benar bernuansa kekeluargaan, terlebih ketika Rocky harus bertemu dengan anak dan cucunya. Juga Adonis yang berhadapan dengan masa lalu dan menerima Bianca sepenuh hati tanpa melihat kekurangannya.

Creed III (2022) menghadirkan unsur keluarga yang lebih pekat lagi. Dimana kini Adonis harus memilih keluarga atau ring disaat ia pensiun. Namun karena keluarganya terancam oleh Damian, Adonis harus mengenakan sarung tangan lagi. Pada film ini, lekat sekali dengann kondisi dimana ada saatnya kita harus mementingkan keluarga dan menjaga keutuhan keluarga.

Bonusnya, ada nuansa persahabatan yang sangat erat antara Damian dan Adonis.

Trilogi yang totalitas

Totalitas disini tidak hanya dari cerita, namun segalanya. Peran Michael B. Jordan, Sylvester Stallone, Tessa Thompson dan Jonathan Majors sukses memberikan ikatan yang membuat film menjadi menarik. Selain itu soundtrack tiap adegan terasa pas. Scene menegangkan maupun mengharukan diberikan pewarnaan yang berbeda sehingga sangat enak untuk diikuti.

Nilai yang paling penting dalam film ini adalah mengejar impian sekuat tenaga sebagaimana yang diterapkan oleh Adonis Creed. Trilogi Creed ini masih satu franchise dengan film Rocky yang tayang tahun 90-an lalu.

Meskipun begitu, Creed tetap dapat dinikmati tanpa harus menonton film-film sebelumnya. Film ini cocok ditonton untuk lo yang mencari motivasi, inspirasi, dan tayangan ringan namun menyenangkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top