Gambar oleh StartupStockPhotos dari Pixabay
Ketika memasuki bangku perkuliahan, lo semua akan berkembang dari siswa menjadi mahasiswa. Notice perbedaannya? Yak, ada tambahan gelar ‘maha’ di profesi lo sekarang. Beda dengan sekolah, di kampus lo dituntut untuk menjadi sosok yang mandiri dan tidak mengandalkan orang lain lagi selain diri sendiri untuk mengerjakan sesuatu.
Salah satunya adalah mengatur waktu dan me-manage kegiatan. Nggak ada lagi yang namanya jadwal pelajaran, melainkan jadwal kehidupan. Oleh karena itu kampus biasanya menyediakan wadah untuk lo menghabiskan kegiatan lo seharian, yaitu dengan organisasi.
Organisasi ini adalah hal yang paling diincar oleh mahasiswa ketika masuk dunia kampus. Mengikuti organisasi dapat memberikan lo banyak banget manfaat. Pertama, lo bisa mengeksplor kemampuan yang lo kuasai, baik itu soft skill atau hard skill. Kedua, lo bisa kenal dengan banyak mahasiswa dari jurusan dan fakultas lain.
Ketiga, dapat relasi yang bagus kalau beruntung. Untuk informasi lo aja, organisasi di kampus itu ada banyak banget. Biasanya dibagi jadi dua, organisasi tingkat kampus dan tingkat fakultas.
Kalau lo gabung tingkat fakultas, bakal dapat kenalan baru dari semua jurusan di fakultas lo. Begitu sebaliknya, gabung ke tingkat kampus bisa bikin lo kenal semua orang dari berbagai fakultas.
Contoh organisasi tingkat kampus adalah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan contoh organisasi tingkat fakultas adalah himpunan mahasiswa sesuai jurusannya masing-masing.
Beberapa benefit ini bikin mahasiswa berlomba-lomba untuk gabung ke organisasi yang mereka mau. Makanya jangan heran kalau nanti ada temen lo yang mengikuti banyak organisasi kampus. Ada kasus mahasiswa yang jadi pengurus tiga organisasi, bahkan ada yang lebih banyak lagi dari itu, gengs.
Patut kita berikan respek dan hormat kepada para mahasiswa yang ikut banyak organisasi ini. Sebab mereka tampaknya benar-benar memiliki passion dalam berorganisasi, sehingga ikut satu organisasi mungkin tidak cocok untuk beberapa jenis mahasiswa ini.
Tapi, ada satu hal yang wajib lo tau, Cinestism. Ikut banyak organisasi itu buang-buang waktu! Kalau lo nggak begini..
Satu, lupa sama kuliah. Harap lo ingat, kewajiban utama lo sebagai mahasiswa adalah kuliah. Belajar, ngerjain tugas, dan menjaga hubungan baik dengan dosen. Ada kasus dimana mahasiswa yang ikut banyak organisasi ini bolos masuk kelas berkali-kali karena capek ngurus organisasi. Ikut organisasi emang penting, tapi kuliah lo JAUH lebih penting.
Dua, pakai organisasi buat sembunyi. Kalau lo mau tau salah satu keanehan di kuliah, ada beberapa mahasiswa yang sebenarnya salah, tapi mereka berlindung di organisasi mereka. Contoh, lo dapat tugas berkelompok. Muncul satu anggota yang nggak ngerjain bagiannya dan susah dihubungi. Pas ditanya kenapa nggak kerja, dijawab, ‘’Gue sibuk organisasi!’’ pasti lo kesel banget dengan jawaban begitu.
Tiga, nggak ada perkembangan di organisasi. Coba bayangin, lo ikut empat organisasi. Tapi di empat organisasi itu, lo jadi staf. Kalau di tahun pertama, nggak masalah. Namun kalau di tahun berikutnya lo masih jadi staf bidang, sia-sia banget gengs! Paling nggak lo harus bisa berkembang jadi kepala bidang. Ikut banyak organisasi tapi lo masih gitu-gitu aja, bakal kerasa stagnan dan statis. Lo kudu dinamis, berani ngambil kesempatan dan ruang untuk tumbuh.
Sekali lagi ikut organisasi banyak itu nggak masalah, selama lo bisa ngatur waktu dan menyeimbangkan kuliah lo. Lagi-lagi, sesuatu yang berlebihan itu nggak baik, kecuali kelebihan uang.