Dalam dunia pemasaran dan bisnis, tidak sekadar dalam lingkaran membuat produk-jual-terima hasil. Bisnis lebih kompleks serta runtut sebab menggunakan semua unsur dalam dunia kreatif, sala satunya adalah menulis.
Betul, gengs! Menulis merupakan unsur vital dalam urusan per-bisnis-an. Para pemilik bisnis umumnya memasarkan produknya kepada pelanggan dengan menunjukan hasil bisnisnya kepada calon pembeli dengan memanfaatkan gamba dan tulisan.
Contohnya, kita dapat melihat spanduk promosi produk cat rumah. Perusahaan cat ini membuat sebuah desain yang menunjukkan cat beserta beberapa kata atau kalimat. Misalnya, ”Cat merk A dapat menghabisi para koruptor!”
Tulisan yang terdapat pada contoh tersebut bertujuan untuk memengaruhi para orang-orang yang lewat untuk membeli produk cat tersebut. Fungsi tulisan di contoh produk cat ini dalam konteks bisnis adalah ”menjual” produk bisnis.
Belum sampai di situ saja, gengs. Tulisan dalam bisnis juga merambah di Hal yang berbeda. Misalnya, ada sebuah perusahaan cat yang membuat enuah artikel di website mereka berjudul, ‘Rekomendasi 4 Varian Biru untuk Kamu yang Suka Cat Biru!”
Tulisan dalam contoh tersebut bertujuan untuk memberikan edukasi atau informasi kepada pelanggan mengenai jenis-jenis cat berwarna biru. Berbeda dengan tulisan sebelumnya, jenis tulisan ini tidak memberi pengaruh apapun kepada pelanggan.
Dalam dunia bisnis, Dua hal inilah yang kita sebut sebagai content writing Dan copy writing!
Content Writing: tulisan yang memberi informasi
Ssuai namanya, content writing adalah sebuah teknik penulisan yang bertujuan untuk menjelaskan produk kepada calon pelanggan. Tulisan dapat berisi keunggulan, perbedaan, sampai sejarah dari produk yang ditawarkan tersebut.
Tulisan jenis ini memiliki ciri yang cenderung panjang, runtut, dan mengandung unsur jurnalistik dasar yaitu 5W1H. Selain itu tulisan content writing juga bersifat memberikan kejelasan kepada pelanggan mengenai produk yang akan mereka beli.
Media penulisan content writing dapat berupa artikel di website perusahaan bisnis terkait ataupun konten carousels di Instagram.
Contoh tulisan: ”Kelebihan Biji Kopi yang Dipetik di Pegunungan Asgard”
Copy writing: tulisan yang mengajak untuk membeli
Selanjutnya ada copy writing. Tulisan ini adalah teknik penulisan yang sering digunakan oleh perusahaan untuk menawarkan produk kepada pelanggan untuk membelinya. Tulisan dalam copy writing umumnya singkat, pendek, serta mengarahkan calon pembelinya.
Tujuan adanya copy writing adalah membujuk atau memersuasi pelanggan untuk mendapatkan produknya di halaman pembeliannya. Jadi tulisan ini tidak menginformasikan lagi, melainkan mengarah kepada transaksi pembelian.
Media yang digunakan di dalam copy writing adalah feed/reels Instagram, iklan di banner jalan, dan poster-poster promosi..
Contoh tulisan copy writing: ”Hanya dengan 10ribu, kamu bisa bebas pilih kopi!” atau ”Membeli lemari tidak pernah semurah ini!”
Jdi, baik content writing atau copy writing sama-sama bermanfaat di dalam bisnis. Gimana, lo tertarik buat jadi content writer atau cop writer?