Image by Gerd Altmann from Pixabay
Beberapa bulan lalu, ada dua istilah baru yang kerap kita temukan di sosial media. Pertama, alpha woman dan kedua, sigma male. Istilah ini biasanya muncul saat ada video atau konten yang menunjukkan hal hebat dari wanita maupun pria.
Caption-nya biasanya diisi dengan dua istilah tersebut, bahkan netizen yang di kolom komentar juga ikutan memberikan respon yang tidak jauh-jauh amat dari istilah diatas.
Banyak yang mengira alpha woman dan sigma male itu mengarah kepada pribadi wanita atau pria yang positif, hebat, berkarakter, teguh, dan fokus dengan karir. Tentu saja kesimpulan sok tahu ini diambil dari banyaknya jenis konten seperti diatas. Coba saja buka sosmed, ketik ‘alpha woman’ atau ‘sigma male’. Muncul tuh konten sejenis yang tertera di paragraf pertama.
Maka ketika mencari di beberapa sumber, terkuaklah dua istilah ini. Alpha woman adalah perempuan yang memiliki peran dominan dalam suatu kelompok. Mereka dianggap sebagai wanita yang cerdas dan mampu mencari solusi dari masalah.
Akan tetapi, alpha woman tidak terbatas hanya kekuatan dalam saja. Menurut sumber lain, alpha woman juga memperhatikan penampilan luar mereka. Mereka cenderung berpenampilan menarik di masyarakat.
Nah kalau sigma male, adalah para pria yang lebih mandiri dan terkesan berdiri sendiri. Maksudnya, mereka nggak mementingkan apapun ekspetasi kepada diri mereka dari masyarakat.
Selain itu, karakteristik mereka juga nggak jauh-jauh dari alpha woman. Sama-sama fokus karir, intrinsik maupun ektrinsik mereka juga cenderung lebih mantap.
Dua hal ini lagi ngetren banget di kalangan anak muda. Beberapa ingin menjadi seperti dua orang diatas. Kelihatannya seolah dua jenis ini adalah manusia yang ideal. Wajar saja, namanya juga anak muda. Pertanyaannya, haruskah anak muda menjadi alpha woman dan sigma male?
Jawabannya, nggak harus. Karena balik lagi, dua tipe diatas tentunya akan disandingkan dengan kperibadian masing-masing. Ada yang bisa menonjol, ada juga yang tidak bisa.
Akan tetapi, ada beberapa sifat dari dua istilah diatas yang benar-benar harus diteladani.
Orientasi masa depan
Yak, berdasarkan studi literatur alpha woman dan sigma male adalah mereka yang fokus memperjuangkan masa depan di usia muda seperti ini. Cinta-cintaan? Nanti dulu. Kerja, cari pengalaman, belajar, ikut kursus, magang, itulah mereka. Kekasih tidak perlu, kesuksesan nomor satu. Disaat kau bermesraan bersama pacar, disitulah alpha woman dan sigma male merancang karir dengan lancar.
Mandiri
Orang hebat ada banyak, tapi belum tentu bisa mandiri. Alpha woman dan sigma male adalah mereka yang percaya dengan kaki sendiri. Bukan berarti tidak membutuhkan bantuan ya, melainkan selama bisa mencoba sendiri maka lakukanlah! Mungkin begitulah pikiran mereka. Karena itu, jadilah mandiri.
Fokus ke tampilan luar dan dalam
Memang benar tidak semua bisa dinilai dengan penampilan luar, tapi bukan berarti kita mengabaikan begitu saja. Masa saat mau wawancara kerja kita mau kaosan dan celana pendek. Alpha woman dan sigma male selalu tampil rapi namun tetap fleksibel. Selain itu, mereka juga mengasah kemampuan dalam mereka. Jadi nggak cuma bagus di satu sisi saja.
Teruntuk kalian anak muda, tidak perlu memaksakan diri menjadi seperti mereka. Pokoknya, tanamkan terus sifat-sifat terpuji seperti yang tertera diatas. Kalau tidak bisa diteladani, minimal disadari. Jadilah anak muda yang berkualitas tinggi.
Kalau kata Devan selaku demotivator, jadilah dirimu sendiri sebab tidak ada yang mau menjadi dirimu.