Monumen Pers, Hidden Gem di Kota Surakarta

Sumber: Wikipedia

Surakarta atau Solo, memang negeri yang menyimpan banyak sekali kejutan di dalamnya. Termasuk ungkapan semua adalah teman, juga termasuk kejutan yang sedikit menyedihkan.

Ada banyak sekali wisata dan tempat bersejarah di Kota Surakarta. Mau yang seni? Ada Museum Tumurun atau Solo Night Market di Gatsu. Mau yang alam-alam? Solo Safari dan Taman Balekambang adalah koentji!

Bahkan kalau mau tempat yang untuk bersantai, Surakarta punya banyak pilihan. Mulai dari Kantor Balaikota, Bendungan Tirtonasi, angkringan dekat rel, dan banyak lagi deh.

Tapi, ada lho satu tempat yang cukup underrated di Surakarta. Bisa dibilang ga semua orang tahu ini, bahkan ga banyak masyarakat yang ke sini. Tempat tersebut adalah Monumen Pers Surakarta!

Museum, bukan monumen

Bentuk dari tempat ini lebih cocok disebut museum. Sebab memang sebuah bangunan yang menyimpan berbagai peninggalan dan cerita agen-agen kuli tinta dari masa ke masa. Ada area kosong tapi hanya untuk parkiran semata.

Meskipun begitu tidak salah disebut monumen sebab di dalamnya akan ditemukan banyak sekali tugu dan simbol perkembangan aktivitas jurnalis dan kegiatan jurnalistik. Ruang pertama berisikan resepsionis yang bersedia melayani.

Ada dua sampai tiga ruangan yang berisikan visual-visual teks bagaimana jurnalistik dan media ada sejak zaman penjajahan sampai kemerdekaan. Beberapa ruangan juga ada memuat buku-buku kuno dan berita yang pernah tayang di masa tersebut.

Kamera sampai mesin tik, sampai persebaran media di negara

Ruangan lain menyimpan benda-benda peninggalan media dan jurnalis. Kamera analog yang masih sangat tradisional sampai mesin tik kuno, ada semua. Beberapa bahkan bisa dicoba, tentunya atas izin terlebih dulu.

Tempat ini juga menyimpan arsip media cetak seperti koran dan majalah di Indonesia dari tahun ke tahun. Mereka juga memuat data persebaran media yang ada di dunia.

Lebih kerennya lagi, Monumen Pers memiliki seperangkat alat untuk memperbaiki media cetak yang udah rusak gitu, gengs. Canggih banget ya?

Working space yang diluar ekspetasi

Kalau lo kira working space di Monumen Pers berupasebuah ruangan dengan meja dan kursi biasa selayaknya di perpustakaan, lo salah besar, Working space di Monumen Pers Solo ini sudah melampaui ekspetasi.

Pertama, ada sebuah tempat yang menyimpan koran-koran dari seluruh media di Indonesia dengan meja besar di tengahnya. Koran tersebut bebas dibaca dan dikembalikan lagi. Tempat pertama ini pasti jadi favorit mahasiswa yang mengerjakan skripsi dengan topik media. Lengkap banget, gengs.

Kedua, lebih membagongkan lagi. Modelan working space yang penataannya kayak warnet. Tersusun meja panjang sekitar dua atau tiga yang dilapisi sekat, kursi yang nyaman, colokan untuk mengisi daya barang elektronik, sampai perpustakaan mini. Kenyamanannya? Jangan ditanya. Sudah menyamai kafe yang dingin dan adem lengkap dengan internet dan resepsionis yang melayani peminjaman buku

Monumen Pers ini bisa menjadi salah satu destinasi belajar dan wisata edukasi yang menyenangkan di Surakarta. Daripada ke kafe yang begitu-begitu saja, cobain deh ke tempat satu ini. Rasain sendiri yang namanya WFM alias Work From Monumen, hehe.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top