Sumber: instagram.com/realityclub
Lagu Indonesia Pertama
Reality Club adalah salah satu band kenamaan Indonesia yang terkenal melalui karya lagunya yang selalu berbahasa Inggris. Sehingga seringkali salah diartikan oleh Warga Negara Indonesia jika band ini berasal dari luar negeri karena lagu-lagunya yang selalu berbahasa Inggris.
Dewasa ini Reality Club membuktikan bahwa mereka juga dapat membuat lagu dengan berbahasa Indonesia yang berjudul “Close To You / Jauh” dalam album terbarunya bertajuk “Who Knows Where Life Will Take You?” yang baru saja dirilis tahun 2025 ini.
Album ini menarik, karena proses pembuatan dibalik layar yang dapat dibilang unik dengan kekentalannya bagi budaya Indonesia yaitu bertapa.
Bertapa menjadi Metode
Banyak metode bagi musisi untuk membuat karya, tetapi Reality Club membuktikan bahwa ternyata melalui bertapa musisi juga dapat terilhami untuk membuat suatu karya. Hal ini dibuktikan dengan bertapa selama tujuh hari di Ubud oleh Fathia Izzati (Female Lead Vocal) dan rekan-rekan lainnya.
Melansir dari salah satu artikel thesocieteis.id mengatakan bahwa “Berawal dari sesi penulisan selama sembilan hari di Ubud, Bali, ‘Who Knows Where Life Will Take You?’ berisi 13 lagu yang kental dengan tema romansa.
Album ini melanjutkan ciri khas Reality Club, di mana lirik-lirik gubahan Faiz (Male Lead Vocal) yang cerdas dan tulus berpadu dengan melodi memikat, seperti yang terdengar di lagu melankolis ‘Muted Sirens’ dan ‘You’ll Find Lovers Like You and Me.”
Album Terbaru
Album ketiga yang merupakan album terbaru Reality Club ini merupakan puncak karier menurut mereka, karena tolak ukur kesuksesan berkarier mereka ditentukan dalam realisasi diri mereka sendiri. Bukan karena banyaknya viewers atau listeners lagu mereka, mengutip salah satu artikel thesocieteis.id yang masih sama dengan paragraf kedua yakni,
“Meski kesuksesan album ketiga ‘Reality Club Presents…’ memberikan tekanan, album baru ini dianggap Reality Club sebagai karya terbaik mereka. ‘Kami sudah menganggap album ini adalah sukses besar karena kami mencintainya,’ ujar Faiz, menekankan bahwa itulah kriteria kesuksesan utama mereka. Nugi juga menambahkan bahwa album ini lebih personal karena mereka berempat merasa sangat terhubung dengan lagu-lagunya.”
Inspirasi Bermusik
Seorang musisi tidak luput dari inspirasi ketika membuat suatu karya, termasuk bagi band Reality Club ini. Melansir Tempo.co bahwa “Inspirasi utama Reality Club seringkali berasal dari pengalaman pribadi atau cerita anggota band.
Contohnya lagu ‘Not Today’ yang terinspirasi dari pengalaman depresi drummer Era Patigo, dan ‘Now I’m a Diplomat’ yang menceritakan kisah ayah Fathia sebagai seorang diplomat. Deep down ternyata lagu-lagu besutan Reality Club ini banyak yang relate dalam kehidupan sehari-hari karena pengilhaman pembuatan karya lagunya pun berasal dari masing-masing anggota band.
The Strokes & Arctic Monkey-sentris
The Strokes dan Arctic Monkey disebut oleh Reality Club sebagai band yang nyaman didengarkan oleh mereka. Melansir cnnindonesia.com bahwa Perlahan tapi pasti Reality Club merilis lima single pada waktu yang berbeda-beda. Lima single itu adalah The Things I Don’t Know, Fatal Attraction, Is It The Answer?, Okay, dan Elastic Heart.
Dari lima single tersebut, mereka menawarkan lagu dengan tema yang sederhana, dan nyaman untuk didengarkan. Band-band seperti The Strokes, Last Dinosaurs, dan Arctic Monkey adalah inspirasi mereka dalam bermusik.
Namun secara tidak sengaja, mereka mengusung genre indie pop. ‘’Mungkin karena ngalir juga sih, kami enggak benar-benar menentukan genre,” kata Fathia Izzati.