Sumber: instagram.com/@perunggu_
Beberapa waktu lalu, lagu berjudul 33x viral di sosial media. Lagu ini dibawakan oleh Perunggu, grup musik yang berdiri tahun 2019. Beranggotakan Adam Adenan, Ildo Hasman dan Maul Ibrahim, lagu yang rilis pada tahun 2022 ini masuk ke dalam album mereka bertajuk Memorandum.
Apabila kita membaca lirik lagu ini, Perunggu sedang menyampaikan bagaimana kita, sebagai manusia, dalam menjalani kehidupan. Spesifiknya pada apa yang tengah kita kejar dan kita usahakan serta bagaimana kita menggapainya.
Risalah terikatnya
Batin dan raga yang mengunci
Diatas Sang Maha Daya
Semua kendali terambil alih
Pada empat bait lirik pertama, Perunggu menceritakan bagaimana Tuhan yang Maha Esa selalu menyertai dan menyaksikan setiap langkah yang kita ambil sebagai manusia. Ketika tubuh kita dibawa mengarungi kerasnya hidup dan merasa lelah, Tuhan ada untuk tempat pelarian dari semua kesulitan yang kita hadapi.
Jikalau kau keluhkan
Dengung sumbang yang mengganggu
Buka lagi visimu
Kau tahu mana urutan satu
Kita semua sepakat kalau diksi ‘dengung’ di lirik ini bisa dimaknai sebagai impian atau target pribadi yang sekiranya belum selesai. Atau bisa juga diartikan kegagalan yang tengah dihadapi. Perunggu mengajak kita untuk ‘membuka’ kembali catatan hidup yang kita punya.
Catatan hidup yang dimiliki tentunya memuat berbagai hal yang ingin kita capai, namun bukan mustahil ada masalah yang ditemui di tengah-tengah. Oleh karena itu, penting untuk kita semua selalu melakukan introspeksi diri sendiri.
Diantara pusaran nirfungsi
Petakan semua lagi
Titik tuju yang t’lah terpatri
Melamban bukanlah hal yang tabu
Kadang itu yang kau butuh
Bersandar hibahkan bebanmu
Semua masalah yang tengah kita hadapi tidak akan selamanya hidup. Inilah manfaat dari introspeksi tadi, yaitu membagi mana yang harus kita kerjakan duluan dan mana yang kiranya perlu ditinggalkan. Tidak masalah apabila kita mencoba mengambil semua bintang, namun jika ada bintang yang terlepas maka itu bukan masalah sama sekali.
Perunggu juga mengajak kita untuk tidak terburu-buru. Pelan bukanlah hal yang aneh, justru dengan pelan kita mampu mengetahui apa saja yang kita perlukan dan melakukan tindakan preventif untuk mencegahnya.
Rotasikan pandanganmu
Ambil sudut yang terbaru
Belum pernah kau coba
Lihat semua bukan dari matamu
Kelak kau kan mengingat
Yang membawamu kesini
Kami pernah disitu
Di posisimu
Helakan kesahmu
Tak perlu kau berhenti kurasi
Ini hanya sementara
Bukan ujung dari rencana
Jalanmu kan sepanjang niatmu
Dua bait berikut ini adalah bait dengan makna yang sangat kuat, sebuah pernyataan dari Perunggu. Ketika kita mencoba untuk menggali atau mencari masa depan yang kita inginkan, tidak ada salahnya untuk melihat sudut baru alias keluar dari zona nyaman. Gagal atau berhasil, itu urusan belakangan.
Ketika kita benar-benar melakukan hal itu, akan membuat kita ingat dengan impian yang ingin kita capai. Semua pikiran negatif di kepala sendiri niscaya akan menghilang sendirinya. Perunggu meminta kita untuk tidak berhenti berusaha, berkembang, dan berdoa. Seluruh jalan yang kita buat adalah implementasi dari niat yang benar-benar kita usahakan.
Sebutlah namaNya
Tetap di jalanNya
Kelak kau mengingat
Kau akan teringat
Terakhir, Perunggu memastikan hal penting: yaitu untuk tidak pernah lupa kepada Tuhan dan kuasaNya. Terkadang kita terlena dengan keberhasilan sehingga menyimpang dari jalan yang telah ditetapkan.
Melalui lagu 33x ini, Perunggu mengatakan bahwa usaha tanpa doa adalah sombong dan doa tanpa usaha adalah bohong.