Pada tahun 90-an, salah satu media yang berkembang di tahun itu adalah rekaman video. Berbeda dengan Eropa yang sudah maju, saat itu di tanah air masih dalam proses secara bertahap mengenai masuknya teknologi rekaman dengan diawali oleh Belanda. Beberapa media rekaman yang masuk tersebut ada yang diabadikan di dalam beberapa tempat. Tempat penampung rekaman tersebut berada di Kota Surakarta, yaitu sebuah tempat bernama Lokananta.
Terletak di Kecamatan Laweyan, Lokananta merupakan studio rekaman musik yang sangat bersejarah di Indonesia, gengs. Lokasi ini sudah bukan lagi sekadar studio biasa, melainkan menjadi salah satu kuil suci para Agata alias Anak Gaul Surakarta, bro.
Sejarah Lokananta
Bermula pada tahun 1956, tokoh tanah air bernama Maladi mendirikan tempat bernama Perusahaan Piringan Hitam Lokananta. Tempat ini menjadi bagian dari Kementerian Penerangan Republik Indonesia pada saat itu. Tujuan didirikannya perusahaan tersebut adalah untuk menyimpan arsip dan duplikat rekaman dari Radio Republik Indonesia (RRI).
Tahun 1961, perusahaan diubah nama menjadi PN Lokananta. Tahun 1972 sampai 1983, Lokanta mulai dengan kaset dan secara bertahap mengembangkan studionya. Kemudian sampai hari ini, Lokananta berkembang menjadi salah satu rekreasi yang digemari oleh kalangan muda sampai tua di Surakarta dan khususnya para Agata.
Koleksi musik dan arsip sejarah yang menawan
Lokananta sekarang terbagi menjadi beberapa spot tempat yang sangat cocok untuk dikunjungi. Pertama ketika masuk, ada beberapa tempat duduk dengan bentuk yang estetik. Terdapat sejenis public space yang bisa menjadi tempat nongkrong. Jika kalian berjalan ke belakang, terdapat sebuah lapangan hijau terbuka dengan beberapa outlet makanan. Pas untuk duduk bersama teman sambil menyantap makanan.
Lokananta juga memiliki tempat yang memiliki beberapa jenis ruangan. Untuk memasuki ruangan, lo harus keluar uang sebesar 35 ribu rupiah. Terdapat berbagai bagian untuk dieksplor. Ada ruangan yang berisikan sejarah Lokananta, ada yang menampung gamelan atau alat musik tradisional, sampai ruangan yang memuat berbagai piringan hitam lawas di Indonesia.
Tidak hanya itu, Lokananta juga menyimpan rekaman resmi lagu Indonesia Raya versi 3 stanza yang diaransemen oleh Josef Cleber. Jumlah piringan hitam yang dimiliki mencapai 50 ribu dengan rekaman mencapai lima ribuan. Ketika memasuki tempat ini ada beberapa hal yang bisa lo coba.
Pada ruangan piringan hitam, ada beberapa headphone dengan lagu yang bisa lo coba. Ada juga mp3 player untuk mendengarkan lagu-lagu daerah. Oleh karena itu banyak spot estetik untuk berfoto bareng pasangan atau teman-teman.
Kafe yang cozy
Kalau lo mau duduk-duduk sambil ngopi cantik, Lokanta memiliki beberapa kafe dan spot untuk makan-makan. Lo bisa nyantai di sini sambil ngerjain tugas dan ngobrol. Tempatnya juga banyak internet. Ada juga toko yang menjual merchandise khas Lokananta. Mulai dari kaos, stiker, gantungan kunci, dan aksesoris yang lucu-lucu.
Setiap harinya Lokananta selalu ramai dengan anak-anak muda alias Agata yang melakukan wisata arsip dan nongkrong. Tempat ini sudah menjadi semacam kuil suci untuk para Agata. Kalau lo anak luar Solo dan nyari spot ikonik di Surakarta, Lokananta sabi untuk lo coba.