Mari ‘Memasak’ Liga Bola Basket di Negara +62 Tercinta Kita!

Image by Tschole from Pixabay

Beberapa bulan lalu, fans sepak bola tanah air adalah fans paling tersakiti di tahun 2025 ini. Bagaimana tidak, PSSI melakukan langkah yang sangat berani (sangat bodoh bagi beberapa orang) dengan memecat
Shin Tae-yong, pelatih Timnas Sepak Bola Indonesia.

Waktu itu banyak khalayak yang mengunggah postingan ucapan selamat tinggal kepada Coach STY. Akan tetapi melihat kejadian itu, ada yang justru tertawa pahit karena di bidang olahraga yang lain, mereka sudah sering dikecewakan!

Olahraga yang satu ini, masuk dalam tahap tidak populer, minim penggemar, dan tidak ada perlakuan yang begitu khusus dari negara. Oleh karena itu, kita tutup dulu halaman sepak bola Indonesia. Olahraga yang dimaksud adalah bola basket dan liganya!

Mari bersama-sama menggoreng, menumis, membakar, merebus, dan menghabisi olahraga dan liga bola basket tanah air ini.

Bukan hanya bola yang ada pertandingan menurut jenjang umur, basket di Indonesia juga ada. Pertama, ada yang namanya Developmental Basketball League (DBL) untuk anak-anak sekolah menengah atas. Kedua, Liga Mahasiswa (LIMA) yang sebenarnya terdiri dari berbagai jenis cabor, termasuk basket untuk mahasiswa dan mahasiswi seluruh perguruan tinggi. Terakhir, liga tertinggi dari basket tanah air yaitu Indonesian Basketball League alias IBL.

Ketiga liga yang bagaikan langit dan bumi

Serius, nggak bohong. IBL memang liga basket tertinggi, tapi kalau ada yang bertanya liga mana yang paling banyak fans dan dinanti setiap tahun, itu adalah DBL. Liga antar pelajar sekolah ini harus diakui memang menarik. Basis fans sekolah yang besar menjadi daya tarik, bahkan sudah muncul rivalitas antar sekolah.

Trek perjalanan liga ini sangat fantastis. Menerapkan sistem antar daerah, lalu naik ke tingkat nasional, DBL menjadi ajang bagi para pelajar untuk unjuk rasa di kemampuan olahraga basket.

Kita pindah ke LIMA. Liga satu ini bisa dibilang angin-anginan, kadang muncul dengan hype gede, kadang ya begitulah. Banyak khalayak masih ada yang tidak tahu apa itu LIMA. Masih sama dengan DBL, LIMA ini mempertemukan antar kampus di Indonesia. Sistem pertandingan pun mirip, yaitu dimulai regional dan bertemu di nasional.

Terakhir, liga IBL. Jika membaca artikel ini, dimanapun anda membacanya, colek orang sebelah dan tanyakan: tahu IBL tidak?

Dijamin, 7 dari 10 orang akan menjawab, ‘’Apaan tuh?’’

Berbeda dengan DBL dan LIMA, IBL ini mempertemukan klub-klub basket yang tersebar di seluruh Indonesia. Seluruh klub ini akan mulai dengan pertandingan reguler berjumlah 25 (berubah setiap tahunnya), seleksi untuk masuk ke ronde playoff, dan baru ke ronde final untuk mendapatkan tropi.

Balada IBL, klub bangkrut dan fasilitas yang ‘’ya begitulah’’

Pada tahun ini, ada 14 klub dari Indonesia. Namun, ‘’seharusnya’’ ada lebih banyak klub yang ada. Faktanya, banyak klub IBL yang telah mati. Ada yang memang karena kondisi finansial, digantikan, dan memilih untuk tak dilanjutkan.

Contohnya NSH Mountain Gold, Indonesia Patriots, STAPAC Jakarta, dan EVOS Thunder Bogor. Dalam media IBL, liga telah memberikan kesempatan kepada klub untuk menyelesaikan permasalahan tim, namun sangat disayangkan beberapa klub memilih untuk mati

Beberapa klub tersebut pun, masih banyak yang berasal dari pulau Jawa. Dari pulau Sumatera ada Rajawali Medan. Pulau Bali ada Bali United. Tim yang berasal dari Jakarta saja bahkan ada tiga yaitu Satria Muda, Pelita Jaya, dan Hangtuah. Ada yang dari Kalimantan, Borneo Hornbills tetapi masih menetap di Jawa.

Kurangnya basis penggemar mungkin turut menjadi alasan. Beberapa waktu terdapat laga uji coba tim Kesatria Bengawan melawan Satya Wacana di Sritex Arena, Surakarta yang diadakan gratis. Sayangnya, masih banyak kursi kosong. Kalau tanpa tarif saja masih sedikit, apalagi sudah masuk musim reguler yang harus membeli tiket.

Fasilitas arena pun mungkin menjadi kendala tersendiri. Pernah ada satu pertandingan IBL antara Prawira Harum Bandung melawan Kesatria Bengawan yang dipindahkan ke hari lain karena sistem waktu yang bermasalah.

Kalau itu memang bukan salah klub, kecuali arena yang digunakan adalah milik klub itu sendiri. Bahkan yang lebih bikin prihatin, ada klub yang menjadikan GOR milik kampus sebagai kandang.

Berdasarkan riset, beberapa arena di kota dianggap belum layak pakai, sehingga ada klub yang bermarkas di luar pulau. Hal seperti ini tentunya menjadi keresahan buat para fans klub tersebut. Sampai sekarang, baru Dewa United Banten yang terpantau memiliki arenanya sendiri hasil dari kondisi finansial klub yang stabil.

Sepertinya pemerintah daerah perlu memperhatikan sedikit setiap klub yang ada di kota masing-masing agar menjadi maksimal. Coba bayangkan setiap provinsi ada tim basket, bisa mencapai 38 tim. Jauh lebih banyak ketimbang NBA yang merupakan liga terkenal di dunia dengan hanya 30 tim

Timnas Basket Indonesia arahnya kemana?

Bila melihat di sosial media PSSI, target utama sepak bola kita tentunya menembus peringkat dunia lebih atas dibanding negara-negara lainnya. Sungguh target yang sangat optimis meski hasilnya belum tahu, tapi hal itu bikin penggemar sepak bola makin banyak setiap harinya.

Lantas, timnas basket? Aduh.

Beberapa bulan lalu Timnas Basket baru saja mengikuti kualifikasi FIBA Asia Cup 2025. Hasilnya, tidak terlalu bagus. Untuk patokan Asia, kekuatan Timnas kita belum terlalu bagus. Masih ada Filipina, Jepang, Thailand, dan Korea dengan kemampuannya yang mengerikan.

Selain kemampuan, postur turut menjadi hal yang berdampak selama berjalannya permainan.
Kalau ditanya prestasi Timnas Basket paling membanggakan, mungkin kita akan menjawab saat meraih medali emas melawan Filipina di SEA Games 2021.

Tanpa merendahkan satu pun pihak basket, hanya perlu koordinasi yang lebih serius antar pihak dan membuat sasaran yang jelas bagi masa depan.

Menurut data FIBA, Indonesia berada di posisi empat sebagai negawa yang banyak bermain basket. Jika Perbasi membaca ini, ayo buat tim digdaya seperti Boston Celtics dan Los Angeles Lakers!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top