Roma Arden, Biskuit Underrated yang Kudu Dijamah!

Selain pencinta produk mie intan, lo pada pasti juga pencinta produk-produk dunia biskuit. Gimana nggak, dulu saat kecil jajanan yang sering kita beli ya biskuit dan wafer. Kadang wafer atau wafer roll.

Mulai dari biskuit polos, biskuit bayi, biskuit Marie, hingga biskuit yang ditengahnya ada selai kayak Oreo atau Togo. Bicara tentang biskuit, kita tentunya nggak jauh-jauh dari Roma, salah satu pemilik bisnis jajanan biskuit yang cukup besar.

Hampir semua produk biskuit Roma sudah menggurita ke seluruh wilayah Indonesia. Lagian siapa sih yang nggak kenal Roma? Beliau ini juga bisa dibilang lumayan gencar dalam mempromosikan biskuitnya. Iklan-iklan biskuit Roma masih bisa kita temui baik di televisi dan di Youtube sekalipun. Dan kedua, siapa sih yang nggak tahu biskuit Roma?

Mulai dari Roma Biskuit Kelapa, Roma Sari Gandum, Roma Sandwich, Roma Slai O’lai, dan masih banyak sekali diluar sana. Tapi Cinestima yakin banget yang paling terkenal pastilah Roma Kelapa dan Slai O’lai. Tak dapat dipungkiri bahwa kedua produk biskuit tersebut memang enak.

Sampai suatu hari Cinestima nggak sengaja menemukan sebuah permata yang selama ini terkubur. Nggak deh, bercanda. Terdapat sebuah biskuit yang menarik perhatian. Di sisi atasnya tercantum logo Roma. Lalu di bungkusnya tertulis sebuah nama ‘Arden’. Mungkin lebih tepatnya Roma Arden.

Kali ini Roma tampaknya ingin keluar dari zona nyaman dalam membuat biskuit. Biar kita uraikan satu demi satu unsur-unsur biskuit Arden ini.

Packaging (kemasan/bungkus)

Jujur kita dapat merasakan vibes nuansa kerajaan yang sangat kuat hanya dengan melihat bungkusnya. Bila Roma selama ini menggunakan warna yang terang kayak merah, hijau, dan kuning, kini mereka menggunakan warna biru.

Tapi warna birunya pun juga biru dongker, yakni biru yang teramat gelap. Kemudian ada foto dua biskuitnya yang ditumpuk seperti biasa. Kemasannya saja sudah memberikan kesan yang teramat elegan dan kayak ‘wow’ gitu.

Biskuit

Selanjutnya masuk ke biskuit. Sama kayak sebelumnya, kali ini Roma mencoba berinovasi lagi. Jika selama ini yang namanya biskuit itu identik dengan dua biskuit yang ada krim di tengahnya, kali ini beda lagi! Arden adalah sebuah biskuit seperti cookies dengan isian selai coklat yang lumer. Sekali lagi, lumer. Bukan coklat yang sudah beku atau krim coklat.

Kalau misalnya kalian sering makan nastar, kue putri salju, atau lidah kucing nah tekstur biskuitnya kira-kira begitu. Jadi nggak terlalu renyah dan pas banget. Bahkan biskuitnya diberikan motif garis hitam yang diselingi dengan warna dasarnya yaitu warna kulit.

Selai coklat

Arden ini menggunakan selai coklat, bukan krim. Namun rasanya ya standar saja. Disebut enak nggak, disebut tidak enak juga nggak. Namun ada satu hal yang cukup menyebalkan. Di kemasannya kita ditunjukkan bahwa Arden ini berisikan selai coklat yang lumayan banyak dan tebal. Tapi faktanya waktu dibuka isinya dikit. Tapi sisi positifnya seluruh bagian biskuitnya terisikan selai jadi ya nggak ngenes-ngenes banget.

Secara keseluruhan, biskuit ini berada di akreditasi B. Kalau disuruh beri rating 1-10, saya hanya memilih rating enam. Secara konsep dan penampilan, Roma Arden ini sangat menjanjikan dan berpotensi menjadi biskuit yang bisa mengalahkan ketenaran produk lainnya.

Tapi tentu saja Roma harus mau untuk sedikit effort lagi, misalnya kayak menambah jumlah selai coklat di biskuitnya. Dijamin masyarakat akan suka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top