Sumber: imdb.com
Ada yang pernah dengar drakor berjudul Bloodhounds? Singkat cerita, drakor ini mengisahkan dua pemuda yang berprofesi sebagai petinju yang mana mereka terseret ke dunia gelap yaitu peminjaman uang. Mulai dari berurusan dengan lintah darat alias rentenir, melunasi hutang, dan bertarung melawan bos bisnis tersebut.
Bloodhounds boleh dikatakan harus masuk ke nominasi drakor yang wajib ditonton karena memang seseru itu. Berikut ulasannya:
Karakter yang semuanya seru-seru
Tokoh utama di film ini sebenarnya ada dua, Kim Gun-woo dan Hong Woo-jin. Namun buat saya, ada tiga ditambah villain utamanya bernama Kim Myeong-gil. Suwer deh, mereka bertiga ini keren dan punya kesan tersendiri.
Kim Gun-woo si petinju kuat tapi rendah hati, nggak jago bicara, dan menjunjung tinggi nilai kebaikan. Hong Woo-jin yang petinju rata-rata, agak berandal, banyak bicara, dan terkadang tidak terlalu mementingkan sebuah hal itu baik atau buruk.
Terakhir Kim Myeong-gil si bapak-bapak rentenir yang licik dan jahat, tapi ditutupi dengan sikapnya yang dingin dan manipulatif serta tenang di berbagai situasi. Bahkan karakter yang nggak penting-penting amat pun juga memiliki kesan sendiri, seperti Hong Min-beom yang kelihatannya berkuasa tapi manja dan Choi Tae-ho yang bekas rentenir.
Perkembangan karakter Gun-woo dan Woo-jin
Kim Gun-woo yang diawal dikisahkan sebagai anak yang polos dan baik, seiring cerita menjadi pemuda yang dewasa dan menyadari bahwa dunia memang tidak sebaik itu. Hong Woo-jin yang berandalan dan kayak nggak sekedar latihan tinju, menjadi sosok yang menjunjung tinggi harga diri sebagai petinju dan menerima hal-hal baik dari Gun-woo.
Selain dari internal, secara eksternal alias kekuatan mereka berdua juga makin kuat. Gun-woo yang dari awal cerita sudah OP, semakin OP dan semakin beringas. Woo-jin yang masih level dua, beranjak menjadi level tiga puluh. Intinya, build up mereka berdua terasa banget sepanjang episode.
Pergerakan kamera yang smooth untuk diikuti
Rata-rata adegan aksi seperti perkelahian di film pasti dibuat dengan gerakan kamera yang mengikuti setiap pukulan dan tendangan. Tidak jarang membuat kepala puyeng saking cepatnya perputaran kamera.
Tapi di film Bloodhounds, nggak ada kawand! Perputaran kamera sangat smooth dan tidak serta-merta mengikuti gerakan Gun-woo dan Woo-jin. Bahkan beberapa episode juga memperlihatkan adegan aksi yang kameranya tetap di posisi diam.
Adegan bertarung yang seru
Mengacu pada bela diri tinju, kalian nggak akan ketemu adegan bertarung yang seru kayak-kayak The Raid atau Ong Bak 2. Meskipun begitu, tetap saja bertarung di serial ini sangat seru. Terasa alami dan atmosfer tinju yang sangat kental. Drakor ini memberikan kesan segar setelah kita menonton film yang tembak-tembakan atau menggunakan senjata.
Kalau kalian ngide, bisa juga belajar tinju secara otodidak di seri ini.
Potret kehidupan bisnis peminjaman uang
Drakor tentang pinjol itu sudah banyak, tetapi yang mengambil dari sudut pandang rentenir mungkin baru Bloodhounds. Meskipun digadang-gadang sebagai drakor bertema tinju, faktanya drakor ini lebih mirip drakor bisnis peminjaman uang berkedok tinju.
Sepanjang cerita kita dapat melihat bagaimana bisnis ini berjalan, perangkap yang diatur oleh si peminjam, nasib mereka yang berutang, dan kejamnya rentenir. Akan tetapi di satu sisi, kita tidak bisa menyalahkan rentenir karena toh mereka pada akhirnya tetap bekerja juga dan kalau sudah berhutang ya tetap harus bayar.
Akhir kata, Bloodhounds memberikan akhir film yang cukup memuaskan dan sudah sangat umum, yaitu tokoh yang dapat imbalan dan hidup bahagia. Serial ini juga berisiko membuat lo sedikit tergerak untuk membuat bisnis peminjaman uang karena penghasilan mereka yang fantastis.
Tapi kalau dipikir lagi, nggak usah deh. Lebih baik jadi wakil rakyat yang bisa meraup banyak uang, dari gaji tentunya. Kalian mikir apa? Dari uang tunjangan? Nggak mungkin dong~.