Image by vineszoocontact from Pixabay
Salah satu portal berita di tanah air, CNN Indonesia merilis sebuah berita yang cukup membuat masyarakat kaget dan aware. Berita tersebut mengenai pernyataan dari Kementerian Komunikasi dan Digital atau Komdigi yang menyebut bahwa alasan judi online alias judol sulit untuk dibasmi adalah karena adanya permintaan atau demand dari masyarakat itu sendiri.
Judi online atau judol mungkin saja merupakan titik paling buruk seorang manusia yang mengaku berakal. Seperti yang kita ketahui bahwa judi adalah permainan perusak moral yang menjadikan apapun yang dimiliki sebagai taruhan, baik dalam bentuk material ataupun non-material.
Banyak berita dan kasus mengenai keluarga atau hubungan yang kandas akibat salah satunya kecanduan bermain judi online. Bahkan binatang yang disebut tidak memiliki akal saja enggan mempertaruhkan makanan yang ia dapatkan, walaupun ada jaminan makanannya bertambah.
Pernyataan Komdigi rilisan portal CNN tersebut menunjukkan bahwa masih ada (dan banyak) masyarakat Indonesia yang rutin bermain judol di platform yang dipilih. Bahkan andaikan tidak bermain, paling tidak para pecandu ini membuka situsnya dalam satu hari. Sudah banyak wacana berbahayanya judi online yang bertebaran di berbagai platform, namun agaknya masih belum mengetuk hati para pecandu.
Apabila kita memberikan solusi untuk mengedukasi masyarakat, maka akan sulit. Fakta yang ada di berita CNN membuktikan bahwa tetap ada pecandu judol di tengah-tengah edukasi yang diberikan, sehingga agaknya dibutuhkan tamparan keras untuk para pecandu judi online di negara ini.
Jika Cinestim yang membaca ini mempunyai kenalan yang kecanduan bermain judol, maka coba berikan artikel ini kepadanya. Atau jika kalian yang membaca ini adalah pemain judol, coba luangkan mata dan otaknya untuk mencerna pesan berikut ini.
Tidak ada yang instan di dunia ini
Indomie, Mie Sedaap, Mie Sukses, Sarimi, sampai La Fonte Spaghetti adalah makanan yang mengusung INSTAN di produknya. Mereka menjanjikan makanan yang diproses cepat, tapi faktanya tidak. Untuk membuat mi instan, kalian harus memasak air sampai mendidih. Membuka bumbu dari bungkus yang berjumlah banyak, meniriskan mi, mengaduknya, dan saat mau makan pun harus menunggu sampai tidak terlalu panas.
Seharusnya dari situ kalian, para pemain judol sadar bahwa tidak ada yang cepat di dunia ini. Makanan yang mengusung instan saja masih harus dimasak dulu, apalagi produk yang menjanjikan uang seperti judul.
Tolonglah, jangan mudah terpengaruh dengan marketing mereka yang mengatakan balik modal cepat. Para investor dan pemain saham saja harus menunggu bertahun-tahun untuk mendapat hasil, kalian berharap dari permainan tidak jelas.
Kalau mau lebih menohok, para pemilik permainan judol ini saja pasti juga membutuhkan waktu bertahun-tahun dalam membangun aplikasinya. Bisa-bisanya kalian terpengaruh hanya dalam semenit melihat promosi.
Sesuatu yang didapat cepat, akan cepat menghilang
Ya, ini adalah hukum alam. Apapun yang kita dapatkan dengan cepat, akan kandas dengan cepat. Kalian memotong antrian bensin karena mengejar waktu, ujung-ujungnya tidak dilayani dan disuruh mengantri. Makin lama menunggu, ditambah dijulidin satu antrian. Begitu pula dengan uang.
Uang hasil judol tidak serta merta akan bertahan di dompetmu. Kamu pasti akan memakainya lagi untuk dipertaruhkan lagi. Begitu terus sampai menjadi lingkaran tanpa sisi. Dapat uang, hilang. Cari lagi, pasang lagi, hilang berkali-kali.
Sensasinya akan berbeda dengan kalian yang mencari uang dengan kerja keras. Ada kebahagiaan karena keringat menjadi bahan bakar utama. Tidak ada rasa ingin dijual lagi uangnya, tidak ada rasa penasaran, dan tidak ada rasa ingin uang lagi. Bersyukur adalah kunci, gengs.
Lebih merusak dari hutang
Kalau kita bicara salah satu media perusak silaturahmi, maka hutang adalah satu dari sekian banyak media. Ada beberapa kasus putusnya silaturahmi antar masyarakat karena hutang. Namun, judi online jauh lebih merusak, bahkan kerusakannya permanen.
Bayangkan ada seorang suami yang memilih depo daripada memberi uang belanja ke istrinya. Ada seorang ayah yang memilih membakar uangnya di permainan slot ketimbang membelikan anaknya Kinder Joy. Ada seorang sahabat yang rela mencuri uang milik sahabatnya karena tergoda promosi judi. Ada anak yang membohongi orang tuanya demi mendapatkan uang untuk bermain judi sampai miskin.
Semua ikatan kekeluargaan dan pertemanan di atas dapat rusak seketika karena judi. Tidak usah membandingkan antara judi, gula, dan rokok. Gula dan rokok memang merusak, namun kerusakannya pada diri sendiri. Tapi judi, merusak semua yang ada di sekeliling kita.
Memberantas judi online bukan pekerjaan pemerintah semata, kita sebagai masyarakat juga bisa menghapus eksistensi permainan terkutuk ini. Mulai dengan mencegah orang-orang di sekitar kita. Percayalah, bermain Hot Wheels jauh lebih mulia ketimbang menyentuh permainan Kakek Zeus tersebut.
Jika kalian para Cinestism yang membaca ini sendirinya adalah pemain judol, tobat woi!